Jumat, 14 April 2017

MENGAPA KITA HARUS BELAJAR ILMU TASHAWUF...???




Ilmu Tashawuf adalah salah satu diantara ilmu Fardhu 'ain yang wajib dipelajari oleh setiap orang islam yang mukallaf (baligh dan berakal), baik laki-laki ataupun perempuan, baik muda ataupun sudah tua.
Dalam istilah lain, ilmu Tashawuf disebut juga dengan ilmu Akhlak, karena dengan belajar ilmu Tashawuf akan memperbagus Akhlak kita, baik itu akhlak kepada ALLAH, Rasulullah, Orang tua, Guru, diri sendiri, dan orang lain.

Pepatah Aceh mengatakan :
  " Hana ta beut ileume Tauhid, salah ta marit jeut keu kafee
    Hana ta beut ileume Fiqih, roeh ta pajoeh bangkee-bangkee
    Hana ta beut ileume Tashawuf, akai ngoen hate tanyoe brok sabee".

Artinya :
  " Tidak belajar ilmu Tauhid, salah berbicara akan menjadi kafir
     Tidak belajar ilmu Fiqih, tidak tahu halal haram
     Tidak belajar ilmu Tashawuf, kelakuan dan adab kita jahat selalu".


Berikut beberapa penjelasan mengapa kita harus belajar ilmu Tashawuf, diantaranya yaitu :

1. Belajar ilmu tasawuf untuk memperbagus ‘amal. Sebab di dalam ilmu tasawuf di ajarkan zuhud, tidak condong hati kepada dunia, sebab sholat 2 raka’at orang yang zuhud yang ‘alim lebih bagus dari pada beribu raka’at sholat orang yang tidak zuhud.

2. Memperbagus pergaulan/pertemanan, sebab diajarkan kita kesabaran, sebab Allah SWT beserta orang yang sabar, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an :
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٣﴾
Artinya : Sesunguhnya (ini kalimat Taukid : Sangat Pasti) Allah SWT beserta orang yang sabar.
(Q.S. Al-Baqarah, ayat : 153)
Maka sabar itu sangat indah, karena tidak akan tercapai sesuatu cita-cita terkecuali bagi orang yang sabar.

3. Menafikan syirik khafi (syirik tersembunyi), sebab tidak menyaksikan perbuatan yang memberi bekas di alam azzsam (alam dunia zahir ini) kecuali terlihat olehnya ini (pada hakikatnya adalah berasal dari) perbuatan Allah SWT, dan tidak memberi bekas dengan tabi’at dan kekuatan yang ada pada alam, ini sesuai dengan i’tikad Ahlussunnah wal jama’ah yang benar.

4. Dapat menghilangkan ananinyah/ ke-Akuan diri, sebab wujud diri/kehebatan diri dan kesombongan tersebut membangsakan sesuatu pada dirinya itu adalah dosa yang tidak ada bandingannya.

5. Mencintai Allah SWT dan RasulNya, ini dapat diperoleh dalam ilmu ketasawufan, sebab memudahkan kita untuk mematuhi Allah dan RasulNya.

6. Kita dapat ber’amal dengan ikhlas, sebab pengamalan ini bukan karena dirinya, tetapi hanya karena menta’ati dan mencintai Allah SWT.

7. Kita tidak putus asa kalau yang kita harapkan tidak tercapai atau tidak sesuatu dengan keinginan diri kita. Sebab kita yakin pada hukum azali, yang terjadi sekarang ini dan yang akan datang maupun yang telah lalu itu semua telah zahir dalam ilmu Allah SWT yang Qadim, pada sebelum ada sesuatu apapun yang maujud / makhluk di seluruh alam semesta jagad raya ini.

8. Kita senantiasa bertaubat dan kembali (inabah) hanya kepada Allah SWT. Sebab kita menyadari bahwa nafsu kita adalah sumber kesalahan, karena tidak ada nafsu yang baik kecuali nafsu para Nabi dan Rasul.

9. Terasa dekat Allah SWT (Dalam ayat Al-Qur’an menyebutkan : Lebih dekat dari urat leher kita sendiri), sebab senantiasa kita bermuraqabah, bermusyahadah, kita fana di dalam wujudNya dan kekal denganNya, baik dalam perbuatan, sifat dan wujud kita. Maka barulah akan betul-betul zahirlah Syaria’at Islam seutuhnya (kaffah), tidak hanya sebagai Semboyan belaka saja, sehingga baru zahirlah Tauhid Hakiki pada lisan dan sesuai dengan perbuatan kita, sebagaimana dahulu telah pernah di perjuangkan oleh Baginda Penghulu sekalian Alam kita, Rasulullah Muhammad SAW. Amiiin...

10. Bila mana di dalam kehidupan anda tidak dapat melakukan susuai yang di atas, maka tersia-sia / rugilah umur hidup anda selama ini. Oleh karena itulah sangat perlu untuk kita memahami dan mengembangkan serta bersama-sama kita perjuangkan Ilmu Tasawuf ini pada anak bangsa kita. Amiin….



Sumber:
Pengajian MPTT di Bogor, Cibinong. 27 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar