Jumat, 07 April 2017

MAJELIS RATEB SERIBEE ( Penggagas Rateb seribee : Abuya Syeikh H Amran Waly Al-Khalidy )




Rateb seribee adalah menyebut kalimah لا اله الا الله  dengan sebanyak-banyaknya, agar kita jangan lupa kepada ALLAH selama-lamanya, karena semua ibadah ditentukan didalam waktu tertentu kecuali zikir. Adapun zikir tidak tertentu waktu dalam melakukannya dan bisa kita lakukan pada seluruh waktu, untuk kita masuk sebagai pintu yang besar kehadharat-Nya. Adapun nafas adalah sebagai penjaga yang menjaga hati kita supaya senantiasa kita mengingat ALLAH SWT.

ALLAH SWT berfirman :
يايهاالذين أمنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا  (الاحزاب:٤١
Artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, ingat olehmu akan ALLAH ingatan yang banyak. " (QS. Al-ahzab :41)

Baik dalam Al-Qur’an dan Hadist, banyak menceritakan mengenai zikir agar lidah kita lembab dengan zikrullah. Walaupun kita memiliki dirham/uang yang banyak yang kita bagi-bagikan dan lainnya, sungguh menyebut ALLAH lebih baik daripada membagi-bagikan dirham/uang, lebih baik berzikir daripada memerangi musuh,  memicingkan mata untuk berzikir beberapa kali lebih baik daripada membuka mata, yang demikian itu ada didalam Hadist yang shahih, "Barangsiapa yang berpaling daripada menyebut/mengingat ALLAH, maka bagi mereka dapat kehidupan yang sempit/kehidupan maksiat.

Firman ALLAH SWT dalam Al-Qur’an :
ومن اعرض عن ذكري فإن له معيشة ضنكا   :  طه؛١٢٤
Artinya : dan barangsiapa berpaling dari mengingat-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. (QS : Thaha :124)


Zikir terbagi kepada empat kategori :

1. Zikir ma'al ghafiah/lalai, yaitu lidahnya berzikir tetapi hatinya tidak ingat kepada mazkur (ALLAH). Zikir seperti ini sudah baik, karena anggota lidahnya tetap dapat berzikir.

2. Zikir ma'al yaqdhah, yaitu berzikir serta mengingat makna-makna zikir tersebut. Ini lebih baik dari yang pertama. (zikir bagi orang 'awam)

3. Zikir ma'al hudhur, yaitu berzikir serta hadir hatinya kepada yang dizikirkan. (zikir bagi orang khawas)

4. Zikir ma'al ghaibah, yaitu hilang zikir dan zakir pada mazkur. (zikir bagi orang khawasul khawas/washil)

Inilah makna mengembalikan dhamir هو  pada surat Al-ikhlas kepada Muhammad/Insan kamil, hilang Muhammad/Insan kamil didalam wujud Haq/wujud mazkur. Yaitu zikir orang 'arif dan orang washil untuk menghilangkan ananiyah/keakuan.
sebagaimana kata orang' arif:
وجودك ذنب لك
"wujudmu adalah dosa bagimu. "
Karena si zakir(orang yang berzikir) telah tenggelam didalam Nur, sehingga hilanglah selain mazkur (yang dizikirkan) dalam pandangannya/ma'rifah. 
(lihat kitab iqazhul himam, hal 103)

Dengan zikir ini kita dapat berakhlak yang baik dan hilang ananiyah, tumbuh kasih sayang, baik terhadap ALLAH dan sesama hamba ALLAH/makhluk Nya. Inilah penyakit umat islam yang belum dapat seperti kategori diatas yang harus diperjuangkan dalam MPTT - I agar hubungan silaturahmi baik, tidak saling menjelek-jelekkan, sesat mensesatkan, hina menghinakan sesama umat islam, baik didalam Negeri maupun luar Negeri. 
Maka perlu dikembangkan Rateb seribee baik di Aceh maupun diluar Aceh. 


PELAKSANAAN RATEB SERIBEE :
  1. Istighfar 3x
  2. Membaca Shalawat 10x
  3. Membaca Al-fatihah 3x
      - pertama untuk Rasulullah, keluarga, dan sahabat. 
      - para masyaikh, terkhusus murabbi kita
      - niat untuk dibukakan pintu hati agar dapat cahaya ma'rifah/cahaya ALLAH dan Rasul kapan saja dan dimana saja dalam segala pekerjaan yang kita lakukan, baik dirumah tangga dan masyarakat, baik sebagai pemerintah, Ulama, dan rakyat biasa. 

Inilah maksud dan tujuan mengadakan Majlis Pengkajian Tauhid Tashawuf agar kita dapat berzikir ma'al hudhur dan ma'al ghaibah. 


والله اعلم بالصواب
والسلام 
ابويا الشيخ الحاج عمران والي الخالدي
دارالسلام ٣ ابريل ٢٠١٧


* kirimkan kepada orang lain 

2 komentar:

  1. Subhanallah !! Semoga kita semua tergolong dalam golongan ahli Laailaahaillallaah .. amiinn..

    BalasHapus