Selasa, 24 Oktober 2017

Penjelasan singkat seruan Wahhabi "KEMBALI KEPADA AL-QUR'AN DAN SUNNAH"



Dibalik Slogan "kembali kepada Alqur'an dan assunnah" menjauhkan umat dari Ulama.

Anda mungkin sering mendengar kata-kata seperti "Imam madzhab itu hanya manusia biasa yang banyak khilafnya", kemudian anda di nasehati untuk kembali ke Al-Qur’an dan Hadist, sekilas nasehat tersebut sangat baik, tentu saja baik karena kita dianjurkan untuk menjadikan al-qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup.

Tapi kalau direnung lebih dalam kita juga wajib bertanya, apakah semua orang diberi kebebasan untuk menafsirkan al-Qur’an? Kalau anda ada persoalan kemudian buka al-Qur’an dan Hadist kemudian memahami sendiri? Lalu dimana anda mau letakkan pendapat para ulama yang telah menyusun tafsir dan penjelasan lengkap selama 1400 tahun?

Ciri khas aliran ini yang muncul 100 tahun lalu di tanah arab tidak lain menjauhkan ummat dengan Ulama dengan berbagai cara, mulai dengan menghancurkan kuburan ulama dengan dalil syirik, melarang menghormati ulama dengan alasan dalam ajaran Islam dilarang mengkultuskan manusia, termasuk slogan di atas, “Kembali ke al-Qur’an dan Hadist” dengan slogan itu ummat tidak lagi perlu bertanya ke ulama, setiap manusia diberi kedudukan yang sama di hadapan Allah termasuk dalam menafsirkan al-Qur’an.

Slogan ini kemudian melahirkan orang-orang yang “sok tahu” tentang al-qur’an, kemudian dengan mudah menvonis orang dengan ayat-ayat yang dipahami dengan keterbatasan ilmunya. Mungkin sudah sering kita melihat jenis ulama gadungan, baru rajin shalat 3 bulan dan membaca al-Qur’an terjemahan, kemudian dengan mudah mengeluarkan “fatwa”, yang ini sesat, ini bid’ah, ini tidak sesuai dengan al-Qur’an dan Hadist dst.

Lahirnya orang-orang yang dangkal memahami agama ini memang dirancang oleh kelompok tertentu, saya tidak berani menuduh mereka Yahudi atau orientalis, anda bisa menyebut mereka dengan sebutan yang anda sukai, dengan tujuan agar ummat ini mudah di ombang ambing seperti buih di lautan. Terputusnya ummat dengan Ulama Pewaris Nabi akan mudah bagi mereka kemudian menyodorkan ulama versi mereka, andai pun memahami al-Qur’an hanya sebatas tekstual, yang tertulis semata.

Selama 100 tahun ummat Islam telah berhasil di perdaya, coba anda lihat hasilnya, ayat-ayat tentang jihad dimaknai apa adanya, maka lahirnya al-Qaida, kemudian ISIS dan lain-lain, diantara sesama muslim jadi saling mencurigai, ini hasil unggul produk “Kembali ke al-Qur’an dan Hadist” yang di dengungkan 100 tahun lalu, slogan yang tidak pernah ada sebelumnya.

Tulisan ini tolong dipahami dengan kepala dingin, saya tidak sedang mengkritik al-Qur’an dan Sunnah dan tidak pula melarang orang berpedoman kepada keduanya, yang saya kritik adalah cara orang memahami keduanya, memahami tanpa dengan bimbingan. Menafsirkan al-Qur’an dengan akal pikiran akan membuat manusia tersesat, Nabi memberikan nasehat :
“Barang siapa yang menafsirkan al-Qur’an menurut pendapatnya sendiri, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya dari api neraka” (HR. Muslim)

Dari awal Nabi sudah khawatir akan muncul suatu generasi yang dengan sekehendak hatinya menafsirkan ayat al-Qur’an. Siapa yang paling paham dengan firman Allah? Tentu saja Nabi dan siapa orang paling paham dengan Nabi? Tentu sahabat, dan siapa yang paling paham dengan sahabat? Tentu saja orang yang pernah hidup dengan sahabat Nabi, hubungan berantai itu yang menyebabkan Islam lestari hingga hari ini.

Paham yang di usung 100 tahun lalu tersebut kemudian menafikan mazhab, dengan alasan karena mazhab ummat ini terpecah, kemudian dengan alasan ini pula slogan “Kembali ke al-Qur’an dan Sunnah” terasa sangat masuk akal, akhirnya seluruh orang dengan gaya masing-masing mengartikan al-Qur’an menurut akal & pikirannya sendiri, hasilnya: TERSESAT!.

Pemikiran paham yang muncul 100 tahun lalu tersebut memang rancu, satu sisi anda di suruh mengikuti al-Qur’an dan Sunnah, mengikuti ulama salaf, tapi sisi lain anda dilarang mengikuti mazhab, bukankah Imam Mazhab tersebut termasuk ulama salaf?

Imam Mazhab menurut saya ibarat ahli masak, Koki terkenal yang mempunyai resep masak, kemudian resep itu diwariskan dan dipakai sekian lama dan terbukti memang sangat enak. Ibarat masak kambing, ada berbagai jenis seperti: kari, rendang, sop dan sate, ke empat jenis ini mempunyai keungulan dan kelemahan masing-masing, silahkan anda mengikuti menurut kebutuhan masing-masing. Bagi sebagian orang kari kambing adalah makanan yang sangat cocok untuk mereka, bahan-bahan pendukung seperti kelapa dan rempah-rempah kebetulan banyak di daerahnya, sebagian yang tinggal didaerah tanpa buah kelapa, sate atau sop adalah pilihan paling bagus. Semua jenis masakan berdasarkan resep warisan koki terkenal tersebut sangat baik, karena telah diteliti oleh mereka.

Kemudian muncul satu golongan (100 tahun lalu) yang menolak bahkan membuang resep-resep bagus ahli masak yang telah terbukti selama 1000 tahun ampuh dan hebat, mereka membuang semua resep, bagi mereka gara-gara resep masakan kita jadi tidak kompak, semua orang harus kembali ke alamiah, tidak perlu bumbu-bumbu, itu semua bid’ah. Akhirnya orang disuruh makan daging mentah, hasilnya: hambar dan sakit perut!



Cara terbaik agar kita selalu mendapat bimbingan dari Allah Swt adalah berguru kepada orang yang mempunyai hubungan baik dan dekat dengan Allah, orang-orang yang memahami firman Allah dengan hati yang disinari oleh cahaya-Nya. Menutup tulisan ini saya kutip firman Allah dalam surat an-Nahl 43 :
“…Bertanyalah kepada Ahli Zikir (Ulama) jika kamu tidak mengetahui” [An Nahl 43]

Semoga Allah Swt melimpahkan taufik & hidayah NYA kepada kita semua.
. . Amiinn Allahuma aamiin


* Baca artikel lainnya dengan klik "home"

Senin, 09 Oktober 2017

BERJALAN KEPADA ALLAH SWT HARUS DENGAN BIMBINGAN MURSYID

KEWAJIBAN MENCARI MURSYID



Bersabda Rasulullah Saw:
كن مع الله فان لم تكن مع الله فكن مع من مع الله فانه يوصلك الى الله. ” ( HR. Abu daud )

“Jadilah(Ruhani)kalian Bersama Allah,Jika (ruhani)Kalian Belum Bisa Bersama Allah,Maka Jadilah Kalian Bersama Dengan Orang Yang (ruhaninya)telah Bersama ALLAH, Sesungguhnya Mereka Akan mengantarkan(Ruhani)kalian Kepada Allah.” ‎

Dan lagi Firman Allah..

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا
“Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah,Maka Dialah yang mendapat mursyid(guru pembimbing Ruhani)dan Barang siapa yang disesatkan Nya,Maka kamu tidak akan mendapatkan seorang Pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya”.

Dari pemahaman hadist dan Ayat Diatas ,Sesungguhnya Wajib Bagi Kita (Umat Islam) yang ingin Mendapatkan Keselamatan Dunia dan Akhirat Untuk mencari Mursyid atau Guru pembimbing Ruhani yang mampu Membimbing,Menuntun dan menghantarkan kita wusul/makrifat/mengenal Allah Dengan Sebenar-benarnya.

Walaupun Pada Zaman sekarang ini Sangat sulit dijumpai guru pembimbing mursyid kamil sejati,Namun Jangan Berputus asa Karena Allah tetap akan menyiapkan(MURSYID)sampai hari kiamat,walaupun kwalitasnya dibawah Guru mursyid terdahulu. Tergantung kita saja mau atau tidak mau mencarinya, kalau kita benar-benar merasa membutuhkan dokter untuk mengobati hati kita maka Allah akan menunjuki jalan kepadanya,namun terkadang rasa egoisme kitalah yang sering menutupi jalan kita sendiri,merasa sudah ‘Alim syariatnya,pintar,padahal hati kita masih gelap Gulita.

Didalam Kitab Kitab Tashawuf Seperti Iqa dzulhimam, Fushus Al Hikam, Masykatul Al Anwar, Sirrul Mashun Bih ‘Ala ghairi Ahlih dan Kitab Kitab Tashawuf lainnya Banyak Dituliskan Akan Ciri-ciri Mursyid Yang Dapat Membimbing Ruhani Kita Menuju Kehadhirat Allah SWT.Pada Kesempatan Kali Ini,Kami Hanya akan Menyebutkan Beberapa Ciri Ciri SYEKH ATAU MURSYID Yang Kamil Mukammil yang kami Ambil dari beberapa Kitab Tashawuf… InsyaAllah Jika Allah Mengizinkan Pada lain Kesempatan Akan Kita Uraikan Bersama Penjelasan dari Ciri Ciri tersebut…

PERTAMA “Luas ilmu dan amalnya” Artinya Ia menguasai Ilmu Syariat dan Thariqat,Dan Mengamalkan Kedua Ilmu Tersebut.

KEDUA “Sudah Selesai mendidik nafsu dirinya”Artinya Ia Sudah Mampu Mengislamkan Nafsunya.

KETIGA “Dikuatkan dengan cahaya bashirah”Ketajaman Mata Hatinya Yang Sudah Menembus Alam Ghaib.

KEEMPAT “HIDUP BERKASIH SAYANG”

KELIMA “BERAKHLAK MULIA”

KEENAM”ZUHUD TERHADAP DUNIA”

Jika Kita Telah Menemukan Orang Yang Berciri ciri Seperti Yang disebutkan diatas…Maka Bersyukurlah Kpda Allah Karena Kita Telah Dipertemukan Dengan GURU MURSYID YANG KAMIL.

Dalam Sebuah Riwayat Yang Dikutip Dari Kitap “Kasyfu Al Hijab Wal Asrar”

Syaikh ‘Izzuddin bin ‘Abdusalam semula mengikuti pendapat ahli fiqih dan mengingkari kaum Sufi, kecuali setelah beliau mengikuti perjalanan tashawwuf Syaikh Abu Hasan asy Syadzili dan menghadiri majelis beliau.Berkata Imam Al Suyuthi dalam risalah beliau Tanbih al Ghaby fi Tabriati Ibnu ‘Arabi :”Syaikh ‘Izzuddin pada awalnya hanya mengikuti pandangah fiqh dan segera mengingkari ajaran Sufi Kemudian ketika Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili pulang dari Haji,beliau mendatangi Syaikh ‘Izzuddin kemudian menyampaikan salam dari Nabi Saw untuknya,Sejak saat itu, Syaikh ‘Izzuddin menjadi lunak lalu mengikuti majelis Asy-Syadzili. Sejak saat itu pula, beliau selalu memuji muji kaum sufi setelah memahami metode mereka dengan sebenar-benarnya.


Padahal,Betapa banyak pernyataan-pernyataan Syaikh ‘Izzuddin pada awalnya menunjukkan pengingkaran beliau kepada al Qutb. Namun siapa sangka Al-Haq Mempertemukan Asy Syaikh dengan Imam Thariqat yang membawa amanah dari Sayyidina Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam, yang kemudian dengan sebab itu sadarlah pengertian Asy Syaikh tentang sebuah HAKIKAT.
INSYA ALLAH,JIKA KITA ISTIQAMAH DALAM MENGIKUTI DAN TERUS BERAMAL SESUAI YANG DIAJARKAN MURSYID KITA,INSYAALLAH PINTU HIDAYAH AKAN ALLAH BUKAKAN UNTUK KITA SEPERTI DIBUKANYA PINTU HIDAYAH KPEDA SYEKH ‘IZZUDDIN DAHULU….

Amin Yarabbal’alamin…
Wallahu’alam….

* baca juga artikel lainnya dengan klik "home"