Selasa, 31 Juli 2018

Etika penempuh jalan Allah - Oleh Syeikh Junaid al-Baghdadi



Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.

Abul Qasim al-Junaid -- rahimahallah -- ditanya tentang etika penempuh jalan Allah Azza wa jalla, maka al-Junaid menjawab, "Hendaknya engkau ridha terhadap Allah Azza wa Jalla dalam seluruh tingkah laku ruhani, dan hendaknya engkau tidak meminta kepada siapa pun kecuali kepada Allah Ta'ala." Beliau juga ditanya tentang bisikan kebaikan, apakah bisikan itu hanya satu atau banyak?
Al-Junaid menjawab, "Kadang-kadang bisikan (intuisi) yang mengajak pada kepatuhan itu terdiri dari tiga arah:

1. Bisikan yang dibangkitkan oleh syetan;
2. Bisikan nafsu yang dibangkitkan syahwat dan peringanan beban; dan
3. Bisikan Rabbany yang dibangkitkan oleh taufiq.

Ketiganya sulit dibedakan dalam hal ajakannya.

"sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila ditimpa was-was dari syetan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (Q.s. Al-A'raaf: 201).

Sedangkan intuisi syahwat yang merupakan bisikan nafsu, berdasar sabda Rasuluilah saw, "Neraka itu dihiasi oleh kesenangan-kesenangan." Masing-masing intuisi atau bisikan tersebut memiliki perbedaan spesifik yang bisa dibedakan oleh pihak yang mendapatkannya.

Bisikan nafsu yang dibangkitkan intuisi syahwat dan upaya pencarian keringanan beban dan kesenangan; maka dalam konteks ini, syahwat terbagi menjadi:

1. Syahwat Nafsaniyah, Seperti cinta kedudukan dan keluhuran, usaha membalas (dendam) ketika marah, dan merendahkan pihak yang kontra kepadanya, dan sebagainya; serta

2. Syahwat jasmaniyah, seperti makan, minum, kawin, berpakaian, bersih, dan sebagainya.

Bagi nafsu, ada upaya kebutuhan pada obyek-obyek kenikmatan ini menurut jangkauan masing-masing dan tekanannya yang kuat kepada masing-masing ragam dari nafsu tersebut.

Bagi orang yang mendapatkan bisikan nafsu ada dua tanda yang berdiri pada posisi seorang saksi yang adil dalam membedakan bisikan yang ditentukan:

Pertama, bisikan itu datang di saat ada kebutuhan mendesak pada unsur-unsur yang serupa tersebut, seperti munculnya keinginan kawin ketika hal-hal yang disenangi sangat mendesak, namun kebutuhan itu ditumbuhkan, bahwa tujuan kawin itu mengamalkan perintah Nabi saw,
"Nikahlah kalian, agar kalian menurunkan keturunan. Sebab aku akan berlomba-lomba memperbanyak ummat lewat kalian di hari Kiamat."
Juga seakan-akan didasari oleh sabda Nabi saw, "Tak ada kependetaan di dalam Islam," hal yang sama juga dalam soal makan di saat lapar. Lalu kadang-kadang dijumbuhkan dengan ajakan pada dirimu untuk meninggalkan puasa atau mendapatkan hal-hal yang menyenangkan, dengan alasan tersebut. Misalnya engkau mengatakan, bahwa puasa yang terus-menerus itu bisa melemahkan keinginan untuk taat; dan bahwa meninggalkan makanan yang enak ini, bisa melukai teman Muslim yang mengundangnya; atau bisa melukai perasaan keluarga manakala makanan itu memang sangat diminati oleh keluarganya.

Tetapi kadang-kadang ada godaan yang mengkhianatimu dengan warna lain, misalnya ada bisikan yang mengatakan kepadamu, "Jauhilah nafsu dengan meraih hal-hal yang tidak menyenangkan, agar bisikan nafsu itu tidak masuk kepadamu, yang bisa merusak ibadahmu," dan sebagainya yang serupa. Semua ini merupakan godaan dan penyimpangan bisikan tersebut.

Semisal dengannya, ketika ada rasa berat dan enggan untuk beribadah, lalu bisikan itu datang dengan menggunakan alasan hadis bahwa Nabi saw. melarang "tidak nikah", melarang pemaksaan diri, seperti sabdanya, "Lakukanlah amalmu semampumu," dan sabdanya lagi, "Pohon yang ditumbuhkan, tidak pada bumi yang gersang, juga tidak pada tanah yang kasar." Bahkan memperbanyak ibadah yang mendorong keletihanmu, syahwatnya mencegah untuk menjurus pada rusaknya ibadah atau mencegah untuk berpaling dari ibadah. Lantas membawamu pada bunuh diri atau penjara dan sepadannya, karena adanya khayalan atas dua kondisi tesebut, yang menjanjikan kesenangan dan hilangnya beban.

Salah satu dari dua bukti dari bab ini, diawali dengan kejenuhan dan kepayahan, ketika muncul keinginan untuk lepas beban, dan diawali dengan sesuatu yang menyenangkan yang dimunculkan oleh intuisi syahwat. Karena itu harus direnungkan perihal dua kondisi tersebut. Apabila telah didahului oleh dua motivasi tersebut, berarti itu bisikan nafsu. Kebutuhan nafsu adalah faktor yang mengajak dan menggerakkannya. Kesimpulannya bahwa bisikan tersebut bersifat syahwat atau keinginan pada hal yang menyenangkan. Maka pada galibnya bisikan seperti itu pasti dari nafsu. Sedangkan saksi kedua adalah desakan bisikan ini dan tidak adanya pemutusan terhadap bisikan tersebut, hingga datangnya semacam kemampuan sepanjang engkau menolak dan berjuang melawan nafsumu, yang mendesak dan mengeraskan kepalamu, lalu muncul desakan bahwa memohon perlindungan, rasa takut, waspada dan rasa suka itu tidak ada gunanya. Bahkan yang muncul adalah dorongan yang mendesak terus-menerus. Yang demikian ini merupakan bukti-bukti yang gamblang, bahwa desakan demikian dari nafsu. Sebab nafsu itu seperti anak-anak, ketika anak-anak di larang malah tampak keras kepalanya.

Dua kondisi seperti itu merupakan bukti yang adil, manakala bertemu, tidak bisa diragukan sebagai bisikan nafsu. Terapinya untuk menanggulangi masalah ini adalah kontra secara radikal dan upaya yang penuh. Engkau harus mencegah keinginan bebas beban di saat muncul pembangkit bisikan kepayahan dan kelelahan ibadah, atau posisi yang memberatkan, agar bisa mencegah gerakan intuitif seperti itu. Apabila bisikan itu bersifat emosi syahwat, terapinya melalui tindak preventif terhadap faktor yang memburunya, atau engkau menolak dari kesenangan lain agar lebih kuat tindak pencegahannya.

Sedangkan intuisi syetan ditandai dengan dua hal pula:

Pertama, dengan munculnya sebagian apa yang dibutuhkan nafsu melalui ajakan syahwat atau ajakan bebas beban dalam waktu-waktu yang diinginkan sebagai tuntutan nafsu. Perbedaan antara intuisi syetan dan intuisi nafsu, bahwa intuisi syetan itu sangat mendesak.
Kedua, intuisi syetan itu dimulai dan ditimpakan pada akalnya, sementara intuisi nafsu berkaitan dan menggerakkan wataknya seperti syahwat dan rasa senang. Oleh sebab itu was-was syetan berjalan menuruti alur pembicaraan manusia dengan dirinya. Hanya saja perbedaan di sana-sini tidak terlihat jelas.

Manusia menggerakkan hatimu dari arah indera pendengaran di saat berbicara; atau mendengar dan melihat ketika menunjukkan (mengisyaratkan); serta merasakan ketika meraba; sementara syetan mengganggu melalui was-was dan perabaan hati serta membisik dalam hati. Syetan tidak tahu yang ghaib, namun ia datang kepada nafsu dari sisi akhlak yang direkayasa untuk dilakukannya. Inilah perbedaan antara intuisi nafsu dengan intuisi syetan.

Adapun intuisi Rabbany, ditunjukkan melalui dua bukti.

Pertama, muncul berselaras dengan syariat bagi pelakunya, dan ada bukti-bukti kebenarannya.
Kedua, tidak diawali hasrat nafsu ketika menerima intuisi tersebut, justru muncul ragam keleluasaan.

Intuisi tersebut merobohkan nafsu, tanpa adanya permulaan seperti pada intuisi syetan. Hanya saja kecepatan nafsu berselaras dengan intuisi syetan, lebih banyak, lebih gamblang, dan lebih membuatnya malas. Karena syetan itu tiba dari sisi syahwat dan kesenangannya.

Sedangkan intuisi Rabbany datang dari segi beban dan tugas. Nafsu menolak kedatangan tugas dari intuisi Rabbany. Inilah perbedaan antara intuisi Rabbany, intuisi nafsu dan intuisi syaithany. Apabila engkau kedatangan bisikan atau intuisi, maka timbanglah dengan tiga kriteria di atas, buktikan dengan bukti-bukti yang kami tunjukkan, sehingga engkau bisa membedakan berbagai intuisi.

Jadikanlah intuisi syetan dan nafsu -- sebagaimana kami sebutkan untukmu -- untuk ditolak, lalu bergegaslah dengan intuisi Rabbany. Jangan engkau abaikan intuisi Rabbany itu, sebab waktu itu sempit dan kondisi ruhani itu bisa berubah.

Engkau harus waspada dengan buaian nafsu dan was-was syetan. Sebab pintu ini termasuk pintu kebajikan yang dibukakan untukmu, maka raihlah hingga engkau bisa memulai dari awalnya.

Misalnya, muncul bisikan kepada orang yang dianjurkan berpuasa pada sebagian bulan atau qiyamullail, lalu bisikan itu datang, "Sudahlah, nanti saja kalau malam sudah habis," atau kata-kata, "Nanti saja kalau bulan akan habis," padahal bisikan seperti itu adalah rekayasa bagi pemilik pintu taufik.

Bisikan-bisikan seperti itu tidak abadi, namun cepat berubah. Sedangkan bergegas untuk berpegang erat pada intuisi Rabbany, sangat dianjurkan syariat. Ada dua manfaat di dalamnya:

Pertama, bahwa waktu yang ada adalah waktu yang paling sempurna, seperti waktu-waktu dimana hadist-hadist menyebutkan turunnya anugerah Allah Azza wa Jalla, dan turunnya rahmat serta ampunan. Sementara pandangan-pandangan Allah swt. kepada makhluk-Nya tiada terbatas.

Kedua, semangat untuk menjalankan perintah-perintah dan taat ketika muncul berkah dibalik amal. Di sinilah rasa malas menjadi sirna, karena berhadapan dengan hembusan-hembusan Rahmat Allah Ta'ala. Demikian pula sekaligus menjadi manfaat olah jiwa (riyadhah nafsu) untuk segera melaksanakan perintah-perintah. Wallahu A'lam wa Ahkam.

Demikian akhir dari ucapan Abul Qosim al-junaid -- semoga Allah menyucikan ruhnya dan mencerahkan kuburnya. Dan segala puji hanya bagi Allah Tuhan sementa alam, serta shalawat dan salam semoga terlimpah pada junjungan kita Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya semuanya, dengan salam sejahtera yang melimpah ruah.
aamin ya Rabbal 'alamin.

Sabtu, 28 Juli 2018

ANTARA DAYAH DAN TAMAN SISWA/SEKOLAH UMUM




Pada dasarnya, induk ilmu di Aceh dan Nusantara adalah melalui pendidikan Dayah, yang kebanyakan masyarakat sudah melupakannya atau tidak mengetahuinya.
Pada umumnya di hari pendidikan masyarakat Indonesia akan mengenang Ki Hajar Dewantara yang dianggap sebagai Bapak Pendidikan Indonesia disebabkan jasanya dalam mendirikan sekolah Taman Siswa. Sehingga ada anggapan bahwa sebelum adanya taman siswa, masyarakat belum mengenal pendidikan dan sekolah.
Padahal sebelum itu, masyarakat muslim nusantara telah banyak mendirikan lembaga pendidikan yang bernama pesantren, atau dayah.
Seminar masuknya Islam ke Indonesia memutuskan bahwa agama Islam masuk kenusantara melalui daerah Aceh . Oleh sebab itu, sejarah pendidikan Islam akan bermula dari tempat dimana agama Islam tersebut masuk pertama kali. Lembaga pendidikan Islam dalam masyarakat Aceh berawal dari pendidikan pondok yang dalam bahasa Aceh disebut dengan nama " Dayah" .
Kata-kata Dayah dipakai oleh masyarakat Aceh untuk nama lembaga pendidikan, sebab masyarakat Aceh meyakini bahwa lembaga pendidikan yang diasaskan oleh Rasulullah dan para sahabat Nabi bermula dari kelompok dan lingkaran belajar di beranda di salah satu sudut masjid nabi yang disebut dengan nama "Zawiyah". Zawiyah tersebut berasal dari bahasa arab yang bermakna sudut, dan dari kalimat "zawiyah " berubah dengan dialek Aceh menjadi "Dayah".
Menurut A. Hasymi, setelah kerajaan Islam peureulak pertama kali berdiri pada bulan Muharram tahun 255 Hijriyah (l840 Masehi) dibawah Sultan Sayyid maulana Abdul Aziz dengan gelar Sultan Alaidin Sayyid maulana Abdul Aziz Syah, dengan ibu kota Bandar Peureulak, yang dirubah nama menjadi "Bandar Khalifah ". Sultan mendirikan beberapa lembaga pendidikan Islam. Dayah pertama adalah dayah Cot Kala ( sekarang bernama kampung Bayeun di Aceh Timur ) yang dipimpin oleh seorang ulama Syekh Muhammad Amin.
Dayah Cot kala ini menjadi pusat kegiatan ilmu dan menghasilkan banyak ulama dan sarjana serta pemimpin masyarakat di kerajaan Aceh seperti Peureulak, Samudra pasai, Beunua ( Tamiang), Lingga, Daya dan lamuri.
Pengasas dayah Cot Kala ini akhirnya diangkat menjadi sulthan Pereulak yang berkuasa dari tahun 310-334 Hijriyah/922-946 Masehi dengan gelar Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah Johan Berdaulat Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan lebih hebat lagi, Sultan meminta beberapa ulama dari Arab, Persia, dan Gujarat untuk datang ke Aceh dan mengajar di dayah Cot Kala sehingga dayah tersebut dapat menghasilkan sarjana Islam yang dapat mengembangkan ajaran Islam di seluruh Aceh. Para ulama yang tamat dari lembaga ini menyebarkan Islam ke wilayah lain di Aceh, dan mendirikan dayah-dayah lain, seperti Dayah Seureuleu, Dayah Blang peuria dan lain sebagainya.
Menurut A. Hasymi, Dayah Seureuleu di Aceh tengah didirikan antara tahun 1012-1059, Dayah Blang peuria di Samudera Pasai , Aceh Utara antara tahun 1155-1233, Dayah Lam keune'euen Aceh besar antara 1196-1225. Dayah tanoh Abee, Aceh besar antara 1823-1836, dan dayah di Tiro , Aceh Piedie, antara 1781-1795.
Snouck Hurgronye menyebutkan beberapa nama dayah yang telah ada sebelum kedatangan Belanda, seperti dayah Ie Leubeue, Dayah Tiro, keduanya di Aceh Pidie, Dayah lam nyong , dayah Krueng kale, Dayah Lam seunong, Dayah Tanoh Abee di Aceh besar, namun demikian dia tidak menyebutkan tahun berdirinya dayah tersebut.
Pada awal kedatangan Islam ke Aceh . tidak terdapat lembaga pendidikan lain kecuali dayah. Lembaga ini menghasilkan beberapa sarjana terkenal dan pengarang yang produktif. Pada masa Sultan Mansur Syah ( 1570-1585 ), seorang sarjana terkenal, Abu al Kahar Ibn Syekh Ibn Hajar, pengarang kitab Shaif al Qati datang ke Aceh mengajar hukum Islam di Dayah. Pada waktu bersamaan, Syekh Yamani mengajar teologi, dan Muhammad Jailani Ibn Hasan hamid mengajar logika (mantiq) dan Ushul Fiqh. A.Hasymi menyatakan bahwa pada masa Sultan Iskandar Muda memimpin Aceh (1607-1636), terdapat 44 syeikh yang mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan seperti filsafat , politik, sejarah, dan pertanian sebagai tambahan kepada ilmu agama. Pada masa ini kerajaan Islam Aceh Darussalam menjadi pusat kegiatan intelektual. Banyak penuntut dari negeri lain datang menuntut ilmu ke dayah di Aceh. Seorang ulama terkenal Syekh Yusuf al Makassari ( 1626-1699 ) pernah belajar di Aceh. Syekh Burhanuddin dari Minang kabau yang kemudian menjadi ulama terkenal di Sumatera barat menyebarkan Islam dan mendirikan surau di Minang kabau juga pernah berguru kepada ulama Aceh, Syekh Abdur Rauf Singkil (Tgk Syiah Kuala). Syekh Daud al fathani, seorang ulama dan penulis produktif dari negeri Patani ( Thailand ) juga pernah belajar di Aceh kepada ulama Muhammad Zain al Faqih Jalaluddin al Asyi. Menurut Baihaqi, bermacam ilmu pengetahuan dan umum telah diajarkan di dayah termasuk astronomi, kesehatan dan pertanian. Hal itu berdasarkan kenyataan bahwa Abu Kuta Karang telah menulis kitab Tajul Mulk yang berhubungan dengan astronomi, dan pertanian. Kitab tersebut dicetak di Qairo dan Mekkah pada tahun 1893, terdiri dari cara menghitung waktu yang sesuai dalam musim, ramalan cuaca, pengobatan dan metode manandai waktu . Semua guru pengajar di dayah adalah ulama, dan semua orang terpelajar baik itu raja atau komandan militer adalah tamat dari dayah. Sebagai contoh, raja yang terkenal dimasa kejayaan Islam Aceh, Sultan Iskandar Muda, masa remaja adalah murid dari pada ulama Syamsuddin As Sumatrani.  dan pada waktu menjadi sultan beliau berguru kepada dua ulama dari makkah Syech Abdul Khair bin Hajar, dan Syekh Muhammad yamani, dan juga berguru dengan ulama dari Gujarat, Syekh Nuruddin Al-Raniri. Metode mengajar di Dayah pada dasarnya dengan oral dan metode hafalan. Guru dan murid biasanya duduk dalam sebuah lingkaran (halaqah). Guru menerangkan teks-teks agama kepada murid-murid yang duduk di sekitarnya atau di depannya, mendengarkan diskusi, dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Metode lain adalah para murid-murid datang satu persatu kepada seorang guru dengan salinan teks yang sedang mereka pelajari, kemudian guru membaca teks, memberikan komentar dan catatan dalam bacaannya tersebut, kemudian meminta murid membaca kembali teks yang dibacakan tadi. Meskipun demikian pada kelas yang paling tinggi, diskusi lebih dianjurkan dalam segala aktivitas proses belajar mengajar dan ruang kelas hampir merupakan sebuah ruang seminar. Para guru biasanya berfungsi sebagai penyelia (moderator) yang kadang-kadang berperan sebagai pengambil keputusan. Belajar di dayah biasanya memerlukan waktu yang lama, tidak ada waktu tertentu untuk belajar di suatu dayah. Maksudnya, seorang murid dapat belajar di beberapa dayah, setelah belajar berapa tahun di satu dayah, maka dia akan pindah ke dayah yang lain. Bilangan tahun yang dihabiskan oleh seorang murid tergantung dengan ketekunannya, dan pengakuan guru kepada murid tersebut. Biasanya waktu yang diperlukan belajar di satu dayah sampai 12 tahun, malah terkadang sampai 14 tahun, sebelum orang tersebut akan diakui menjadi seorang ulama. Cara yang biasanya dipakai untuk mencapai tujuan tersebut, dengan mendapatkan kepercayaan dari kelompoknya , dan kerana kemampuannya dalam menjelaskan isi kitab dan membantu murid yang lain ketika guru berhalangan. Akhirnya murid-murid akan datang kepadanya meminta penjelasan isi kitab, sampai suatu saat dimana ilmunya akan diakui oleh guru besar dayah Dalam dayah seperti ini tidak ada sijil, hanya saja biasanya setelah selesai dari belajar di dayah, dan mendapat pengakuan dari guru dayah, maka dia akan balik ke kampung mendirikan dayah, atau menjadi imam di masjid, atau guru mengaji di meunasah. Kedatangan penjajah Belanda ke Aceh mendapat perlawanan dari rakyat Aceh yang dipimpin oleh para ulama dayah. Perang tersebut telah memusnahkan beberapa dayah yang telah ada. Malahan ada beberapa dayah dibakar habis rata dengan tanah, dan bersamaan dengan itu terbakarlah kitab-kitab yang selama ini menjadi kekayaan dayah, seperti apa yang terjadi di dayah Lam bada. Dalam kesempatan lain, penjajah Belanda juga mengambil dan merampas kitab-kitab yang menjadi rujukan ulama dan pelajar dari dayah-dayah. Jika ada dayah yang dibiarkan oleh penjajah, maka kurikulum dayah tersebut akan diawasi oleh penjajah dan tidak dibenarkan lagi mengajarkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan politik, disamping selalu mengawasi segala kegiatan di dalam dayah. Meskipun ada ulama yang membangun kembali dayah mereka, tenaga pengajar sangat terbatas, karena banyak guru yang terbunuh dalam peperangan, buku sangat kurang, kurikulum terbatas, dan dana juga sangat terbatas. Jika dayah itu tidak ingin dikawal oleh penjajah belanda, mereka mendirikannya jauh dari kota, sehingga mereka tidak dapat lagi berhubungan dengan para ulama dari luar, dan pelajaran yang diajarkan hanya berkisar masalah agama, seperti kitab fiqah, tauhid, dan tasawuf, yang merupakan ajaran inti daripada agama Islam, bukan seperti dayah di masa lalu yang mengajarkan ilmu agama, ilmu falak, ilmu pertanian, ilmu sains, ilmu kimia, ilmu perobatan, ilmu fisika, ilmu kemasyarakatan, ilmu ekonomi (muamalah) ilmu politik dan bernegara (siaysah syariyah), sebagaimana yang terdapat dalam kurikulum Dayah Jamiah Baiturrahman yang merupakan lembaga pendidikan pertama di bumi nusantara. Dengan difungsikan dayah hanya untuk agama, maka berdirilah sekolah-sekolah yang hanya mengajarkan pelajaran umum seperti sekolah Taman Siswa. Berarti Taman Siswa merupakan sekolah sekular pertama, sedangkan pendidikan pertama adalah Dayah atau pesantren.(MH)
فاعتبروا يا ألى الأبصار...

Kamis, 26 Juli 2018

Setiap 1000  orang  makhluk  yang  melewati jembatan  siratal mustaqim   ,hanya 1  orang  saja  yang  berhasil  lolos   sampai ke surga  ??


Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya "Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?" Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya "Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa." Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil alaihis salam dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut "Ajbuz Zanbi" yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.

Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu karena pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Seluruh makhluk terkejut melihat ukuran malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukit hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka merasakan kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bernama Al-Kautsar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan,  dari Arasy. Mereka ialah:

ⅰ- Pemimpin yang adil.

ⅱ- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

ⅲ- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.

ⅳ- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

ⅴ- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata "Aku takut pada Allah".

ⅵ- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

ⅶ- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara "pergilah berjumpa dengan para Nabi". Maka mereka pun pergi mencari para Nabi

Hadnan Yasim:
. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal karena Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Subhanahu Wa Taala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ke hadrat Allah Subhanahu Wa Taala. Lalu diperkenankan doa baginda.

Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk karena mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Allah yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga 'Arasy itu tiba dibumi.

'Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang senantiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

Kursi yaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

Seluruh makhluk pun menundukkan kepala karena takut. Lalu dimulailah timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.

Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.

Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehingga seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

Syafaat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di akhirat :

ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

(Semua syafaat ini tertakluk kepada izinan Allah Subhanahu Wa Taala.)

Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Allah untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

Setelah berhasil dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratal Mustaqim ialah jembatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jembatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka senantiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

Para malaikat berdiri di kanan dan kiri siratal mustaqim mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti siratal mustaqim,  hanya seorang saja yang brrhasil melaluinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

Rujukan:
Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al-
Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

Jika sekiranya kalian ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sebagaimana mana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam:
❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞
Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :

① Sedekah/amal jariahnya.
② Doa anak²nya yang soleh.
③ Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain. _*La illaha illa Allah*_,
_*Muhammadu Rasulullah*_
kepada 3 group saja.
Lihat apakah anda
mempunyai waktu untuk
*ALLAH* atau tidak.

Kiamat menurut Agama islam di tandai dgn beberapa petanda. Kita boleh baca novel sampai bribu2 muka surat x kan xbleh baca 5 menit pnya masa untuk ini...
          - Kemunculan Imam Mahdi
       
          - Kemunculan Dajjal
       
          - Turunnya Nabi Isa (AS)
       
          - Kemunculan Yakjuj dan Makjuj
       
          - Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
       
          - Pintu pengampunan akan ditutup
       
          - Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar2nya
       
          - Kabus selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya
       
          - Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
       
          - Pemusnahan/runtuhnya Kabaah
       
          - Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
       
          - Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan
       
          - Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali
       
          Nabi MUHAMMAD Sallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda:
          "Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku  buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak"
       
          Kita boleh kirim ribuan bbm mesra, promote, fb yang  terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.
       
          Allah berfirman : "jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu"
     
     Kerugian meninggalkn solat:
Subuh:
Cahaya wajah akan pudar.
Zuhur:
Berkat pendapatan akan hilang.
Asar:
Kesehatan mulai terganggu.
Maghrib:
Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.
Isya':
Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.
          Sebarkan dgn ikhlas. tiada paksaan dalam agama
          Niatkan ibadah (sebarkan ilmu walau 1 ayat)
       
          Nasihat Kubur:         
       
          1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah .. aku dengan TAHAJUD
       
          2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM .
          3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca .. AL-QUR'AN.
       
          4). Aku adalah tempatnya binatang2   yang menjijikan maka racunila ia dengan Amal SEDEKAH,
       
          5). Aku yg menjepitmu hingga hancur  bilamana tidak Solat, bebaskan jepitan itu dengan SHOLAT
       
          6). Aku adalah tempat utk merendammu dgn cairan yg sangat amat sakit,   bebaskan rendaman itu dgn PUASA..
       
          7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah "LAILAHAILALLAH"
       
          Kirim   ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..
          Semoga bermanfaat
Wasalamualaikum wr wb

Senin, 02 Juli 2018

Dampak Buruk Dosa Atau Kemaksiatan Bagi Hati Dan Jasad



Sebagai manusia, tentu tidak lepas dari yang namanya dosa dan maksiat, namun banyak atau sedikitnya dosa yang dilakukan manusia pasti berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya, begitu pula tingkatan dosa yang dilakukan, ada dosa besar seperti zina, mencuri, syirik, riba, sihir, minum khamar, makan harta anak yatim, membunuh, durhaka kepada ortu atau semisalnya dan ada pula yang kecil seperti melihat aurat wanita yang bukan mahram, mengejek orang lain, prasangka buruk, menyentuh kulit wanita yang bukan mahram dengan sengaja, mendengarkan musik dan lagu-lagu yang mengundang syahwat sebagai sarana perzinahan atau semisalnya.
Masing-masing orang memiliki kondisi yang berbeda-beda, ada yang sudah berusaha sekuat tenaga untuk tidak jatuh dalam dosa ternyata terkadang jatuh pula, ada juga karena jahil hukum islam sehingga tanpa sadar jatuh dalam dosa, ada yang mengetahui sesuatu itu hukumnya dosa tetapi ia langgar karena hawa nafsu dan ada juga orang yang asyik dengan dosa dan masa bodoh dengan syariat, dia jauh dari ilmu dan ibadah, dan masih banyak fenomena-fenomena yang menimpa manusia.
Ternyata dosa dan kemaksiatan itu memiliki dampak buruk bagi hati dan jasad sebagaimana yang dituturkan oleh ulama besar Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah Rahimahullah dalam kitabnya “Adda’ Wa Addawa’/Penyakit Hati Dan Obatnya”.
Berikut point-point dari dampak buruk dosa bagi hati dan jasad:
1. Terhalangnya Ilmu
2. Terhalangnya Rizki
3. Keterasingan Yang Dirasakan Oleh Pelaku Maksiat Dalam Hatinya Dengan Allah
4. Keterasingan Antara Pelakunya Dengan Masyarakat
5. Urusan-Urusannya Berubah Menjadi Sulit
6. Kegelapan Yang Dirasakan Pelakunya Di Dalam Hatinya Secara Hakiki
7. Bahwa Kemaksiatan-kemaksiatan Itu Melemahkan Hati dan Badan
8. Tertutupnya Pintu Ketaatan
9. Bahwa Kemaksiatan Itu Memangkas Umur dan Menghapus Keberkahan umur
10. Kemaksiatan Menumbuhkan Kemaksiatan Lain Yang Sepertinya
11. Kemaksiatan Itu Melemahkan Keinginan Hati Hamba Untuk Berbuat Kebaikan dan Menguatkan Keinginan Untuk Berbuat Maksiat
12. Tercabutnya Perasaan Dari Dalam Hati Bahwa Kemaksiatan Itu Buruk
13. Bahwa Setiap Kemaksiatan Dari Kemaksiatan-Kemaksiatan Yang Dilakukan Manusia Adalah Warisan Umat Dari Umat-umat Terdahulu Yang Dengannya Allah Binasakan Mereka Seperti Homoseksual Warisan Kaum Luth, Kesombongan dan Keangkuhan Warisan Fir'aun dan Kaumnya.
14. Seorang Hamba Senantiasa Berbuat Maksiat Hingga Maksiat Itu Menjadi Remeh Baginya dan Kecil Menurut Kata Hatinya
15. Bahwa Dampak Buruk Kemaksiatannya Menimpa Makhluk Allah Lainnya Berupa Manusia dan Hewan-hewan
16. Kemaksiatan Menyebabkan Kehinaan
17. Kemaksiatan Merusak Akal
18. Bahwa Dosa-Dosa Itu Apabila Telah Menumpuk, Niscaya Ditutuplah Hati Pelakunya, Lalu Akibatnya Dia Termasuk Orang-orang Yang Lalai
19. Bahwa Dosa-dosa Memasukkan Hamba Ke Dalam Laknat Rasulullah Shalallahu’alahi Wassalam Seperti Laknat Rasulullah Kepada Orang Yang Bertato, Mencukur Alis, Pemakan Riba, Pencuri Dan Lain Sebagainya.
20. Terhalangnya Doa Rasulullah dan Doa Para Malaikat Untuk Pelaku Maksiat
Wallahu A’lam. Semoga Allah Menjaga Kita Dari Dosa Dan Kemaksiatan.

Semoga bermanfaat !