Selasa, 14 Agustus 2018

PENTINGNYA BELAJAR ILMU TASHAWWUF (ILMU KESUFIAN)





Tiga tingkatan manusia dalam perspektif ilmu kesufian.
1. Awwam
2. Khawas
3. Khawwasul Khawas.

  1. Awwam adalah orang yng mengikuti dengan hukum ilmu.
  2. Khawass adalah orang yang memperoleh nur tajalli daripada tingkatan ilmu.
  3. Khawwasul Khawas adalah orang telah wushul, fana pada hakekatnya.

Adapun orang Awwam dia terhijab Allah dengan ilmunya. Karena ilmu itu menghendaki kepada wujud diri seperti ingin memperoleh sanjungan dari manusia dan popularitas yang tujuan akhirnya mengharapkan materi dunia.

Adapun Khawas dia telah tajalli keberadaan Allah setelah hilang awa'iq dan ala'iq/sangkutan dirinya kepada selain Allah swt, dia telah dapat makrifat dan mahabbah/mencintai Allah melebihi yang lainNya.
Mahabbatullah adalah mencintai Allah hasil daripada kemauan dengan dasar-dasar ilmu dan berjinak-jinak dengan memandang wujud yang dicintaiNya.

Adapun Khawwasul Khawas adalah orang Wushul telah hilang ananiyah/hakekat wujud diri didalam wujud Allah, orang yang telah sampai kemaqam fana dan baqa.
Hawa nafsu, Syaitan, dunia dan makhluk lainnya tidak dapat mengganggu kita apabila kita telah berada di maqam khawwasul khawas didalam menata kehidupan didunia ini. Karena banyak orang pintar dan alim karena mengandalkan rasionalitas ilmunya yang terjerumus dalam godaan syetan, hawa nafsu dan tipu daya dunia, khusus dalam praktik politik.

Maka belajar ilmu kesufian merupakan suatu kewajiban/fardhu ain bagi umat Islam untuk mencapai kemenangan.
Sebagaimama firman Allah Ta'ala.
ولمن خاف مقام ربه جنتان.
Dan bagi orang-orang yang takut kedudukan Tuhannya maka baginya dua syurga. Syurga dunia dengan bermusyahadah dan syurga jannatun na'im di Akhirat. (QS. Ar-Rahman : 46).

Maka dari itu kedudukan Allah Swt ialah Tuhan yang bersifat Mulia, Kaya, Kuat, Qadim dan Baqa'.  Ini semua kita dapatkan dengan ilmu tashawwuf dan kesufian.


(Oleh: Abuya Syekh H Amran Waly Al Khalidy An Naqshabandi,29 Juli 2018).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar