Senin, 03 September 2018

Kalam Hikmah Imam Syafi'i tentang Musafir




Di dalam meraih sebuah kesuksesan sudah tentu kita harus bekerja, bergerak, keluar, mencari, dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang mendukung untuk pencapaian cita-cita yang kita dampakan.
Termasuk dalam meraih ilmu pengetahuan, yang merupakan suatu amalan yang mulia dan wajib ‘Ain bagi setiap muslim. Maka untuk memperoleh semua itu tentunya tidak mungkin kita berdiam diri dalam angan-angan dan bermimpi akan jatuh sendiri dari langit. Semua itu butuh pengorbanan yang luar biasa. Awal dari perjuangan itu adalah MUSAFIR. Dimana kita akan meninggalkan kampung halaman, keluarga dan sahabat kerabat yang kita cintai dan akan menghadapi segala tantangan dan rintangan yang terkadang tidak disangka-sangka akan terjadi. Tetapi musafir tetap harus dijalankan demi menjemput sebuah kesuksesan.
Imam As-Syafi’i pun pernah merangkai suatu syair yg penuh hikmah tentang kelebihan MUSAFIR, berikut Sya’irnya:
تَغَرَّبْ عَنِ الأَوْطَانِ فِيْ طَلَبِ العُلَى **. وسافِرْ ففي الأَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِـد
تَفَرُّجُ هَـمٍّ، واكتِسَـابُ مَعِيْشَـةٍ ** وَعِلْمٌ ، وآدابٌ، وصُحْبَـةُ مَاجِـدِ
فإن قيلَ في الأَسفـارِ ذُلٌّ ومِحْنَـةٌ ** وَقَطْعُ الفيافي وارتكـاب الشَّدائِـدِ
فَمَوْتُ الفتـى خيْـرٌ له مِنْ قِيامِـهِ ** بِدَارِ هَـوَانٍ بيـن واشٍ وَحَاسِـد
“Tinggalkan negaramu, niscaya engkau akan menjadi mulia, dan pergilah, karena bepergian itu mempunyai lima faedah.
Menghibur dari kesedihan, mendapatkan pekerjaan, ilmu dan adab, serta bertemu dengan orang-orang baik.
Jika dikatakan bahwa bepergian itu mengandung kehinaan,dan kekerasan, dan harus mlewati jalan panjang, serta penuh dengan tantangan,
Maka bagi pemuda kematian lebih baik daripada hidup di kampung dengan para pembohong dan pendengki.”
Para ulamapun melakukan perjalanan jauh untuk menuntut ilmu, sebagaimana yang dilakukan oleh Jabir bin Abdullah yang menempuh perjalanan selama dua bulan dari Madinah menuju Mesir, hanya mencari satu hadits. Begitu juga yang dilakukan imam Syafi’i sendiri, yang berpindah dari tempat kelahirannya Palestina menuju Mekkah, kemudian dilanjutkan ke Iraq, kemudian ke Yaman, dan akhirnya ke Mesir hingga wafat beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar