Rabu, 26 Juni 2019

KETIKA TASBIH TAK LAGI BERPUTAR



Hidup ini tinggal sisa dan waktu yang kita tidak tahu kapan ia akan berakhir. Oleh itu jadilah kita orang yang paling bahagia dan membahagiakan. Orang yang ceria dan menceriakan.
Jika engkau seorang Ibu, Jadilah ibu yg menjadi kedamaian pada anak-anak.

Jika engkau seorang istri, jadilah istri yg memberi kebahagiaan, keceriaan dan manfaat pada suami kita.
Karena hidup ini hanya seketika.

Siapa duga dan sangka saat bermasalah dengan kesehatan yang baik tiba-tiba kematian datang menimpa tanpa di sangka.

Pengajaran untuk kita betapa rapuhnya hidup kita. Kematian itu tidak menghitung masa dan usia. Muda maupun Tua.

"Jangan menunggu untuk menjadi anak yang baik.
Jangan menunggu untuk menjadi istri yang baik.
Jangan menunggu untuk menjadi suami yang baik.
Tapi lakukanlah dari sekarang."

Kadang-kadang kita terasa hati, kecewa, sakit hati, sedih.
Maaf kan saja. Jadilah orang yang memberi manfaat pada orang lain.
Karena kematian itu sangat dekat.

Jadilah orang yang bahagia dan membahagiakan.

Kita tidak tahu kapan tiba masa kita mengadap Allah. Orang yang kita sayang pasti akan kita tinggalkan. Dan perpisahan itu adalah dengan sebuah kematian.

Semoga bertemu kelak di Syurga.

Fahamilah 7 perkara dalam hidup kamu:

1. Apabila meninggal dunia ayah kamu, maka matilah pimpinan dan nasihatnya.

2. Apabila meninggal dunia ibu kamu, maka terpadamlah cahaya kelembutan belaian dan bimbingan nya.

3. Apabila meninggal dunia abang kamu, maka terbengkalailah cita-cita yang ingin diraih bersama.

4. Apabila meninggal dunia kakak kamu, maka hilanglah senyuman kasihnya.

5. Apabila meninggal dunia adik-adik kamu, maka hilanglah tempat curahan kasih, nakal, gurauan dan keceriaanya.

6. Apabila meninggal dunia pasangan kamu, maka pudarlah kebersamaan harapan, perasaan dan keceriaannya.

7. Apabila meninggal dunia sahabat kamu maka pudarlah sinar nasihat dan doa tulus dari bersih hatinya.

Ketahuilah, hidup ini sangat singkat untuk kedengkian, kemarahan, kebencian dan memutuskan hubungan karena esok semuanya hanya tinggal kenangan

Maka senyumlah, berlapang dadalah, maafkanlah sesiapa yang menyakitkan kamu lantaran kita tidak tahu. Kapan kita akan berangkat ' meninggalkan' dunia yang fana ini.

Andai kamu melihat anak-anak yang sedang bermain, itulah masa silam kita.

Andai kamu melihat orang tua yang berjalan menggunakan seluruh kemampuan karena tidak kuat. Maka, itulah masa depan kita.

Andai kamu melihat pula jenazah yang sedang diusung ke tanah perkuburan. Maka, ingatlah itulah nanti pengakhiran hidup kita didunia ini.
"Manfaatkanlah waktu yang mulia ini, sebelum kesempatan berlalu pergi"


*Muhammad Hamli Ilyas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar