Selasa, 13 Oktober 2020

Mengenal Lebih dekat Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) dan dinamika yang terjadi saat ini

 



Keberadaan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) di Aceh sudah hampir 20 tahun dan sudah mendapatkan pengesahan Badan hukum oleh Kemenkumham sebagaimana surat keputusan nomor AHU-0076441.AH.01.07.TAHUN 2016 tanggal 21 Oktober 2016 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia, Abuya Syech Haji Amran Waly Al-Khalidy.


Saat ini jamaah MPTT sudah puluhan ribu jamaah, baik yang ada di Aceh maupun diberbagai provinsi serta sejumlah negara di Asia Tenggara.


Dalam pelaksanaan pengkajian tauhid Tasawuf di Aceh selama ini sering mendapat hujatan bahwa majelis ini membawa misi menyesatkan sehingga sejumlah ulama di Aceh ikut terasut bahkan ada masyarakat di kabupaten / kota di Aceh mengusulkan bahwa ajaran dari Abuya H Amran Waly Al-Khalidy sesat dan harus ditolak kehadiran sehingga sangat meresahkan para jamaah MPTT-I, bahkan aksi menolak Majelis Pengkajian Tsuhid Tasawuf datang dari para tokoh yang Nita Bene dari MPU kabupaten Aceh Selatan serta sejumlah tokoh termuka disejumlah kabupaten di Aceh.


Kemudian, pengurus MPTT-I DI Aceh yang telah diakui keberadaan hingga dibelahan negara di Asia, telah beberapa kali memohon kepada Majelis permusyawaratan ulama (MPU) Aceh untuk membuka ruang audensi, namun gagal sebab MPU belum memberi kesempatan bertemu kepada MPTT-I.


Selain itu, diberbagai media sosial sering muncul hujatan miring kepada MPTT- I dari berbagai kalangan yang belum mengenal ajaran dari Abuya H Amran Waly Al -Khalidy bahkan telah terjadi beberapa kali aksi anarkis dengan membakar nama posko MPTT menyerang jamaah ketika hendak melakukan zikir tentunya dilakukan oleh kelompok anti MPTT.


Dalam perjalanan pengkajian tauhid tasawuf ini, pihak pengurus bersama guru – guru dari dayah – dayah yang mendukung MPTT pernah juga melakukan audensi dengan Gubernur Aceh, Polda Aceh juga instansi pemerintah lainnya untuk menjelaskan keberadaan MPTT-I di Aceh sebab selama ini keberadaan Majelis ini telah digoreng atau terprovokasi oleh orang – orang yang tidak bertanggungjawab.


Agar tidak meluas penolakan pengkajian tauhid tasawuf di Aceh yang berujung konflik yang dilakukan secara sepihak dari segelintir warga yang tidak paham keberadaan MPTT-I di Aceh, parah jamaah pengkajian tauhid tasawuf meminta kepada pemerintah Aceh agar segera mencari solusi atau jalan keluar agar terhindar konflik antar masyarakat dalam menjalankan ibadah pengkajian tauhid tasawuf di Aceh yang terbukti banyak jamaah sadar dan berbuat kebajikan.


Banda Aceh, 13 Oktober 2020, Ketua MPTT-I Aceh.

H Kamaruzaman,S.Pdi, MM


Senin, 12 Oktober 2020

KARENA BENCI, HIDUP TERASA BERAT



Saudaraku, sifat benci adalah salah satu sifat tercela, oleh sebab itu sifat itu harus dihilangkan pada diri kita. karena benci, hidup ini akan terasa berat. Jangan kotori hati dengan kebencian, agar hidup tidak terasa berat.   

 

Benci, marah dan dendam itu kotoran hati, harus dibersihkan. 

Iri dan dengki itu penyakit hati, harus disembuhkan. 

Karena benci, marah dan dendam, hidup menjadi terasa berat.  

Karena iri dan dengki, hidup terasa tidak nyaman. 

 

Hidup tanpa kebencian, itu enteng, ringan, dan nyaman. 

Orang yang hidup tanpa kebencian, dunia terasa bagai surga.  

Hidup dengan kebencian, itu beban, berat, dan tidak nyaman.  

Orang yang hidup dengan kebencian, dunia terasa bagaikan neraka.  

 

Banyak energi terbuang, karena menahan marah dan kebencian. 

Tubuh kurus, lemah, mudah sakit, dan mudah tertular penyakit. 

Banyak tenaga terbuang, karena penyakit iri dan dengki. 

Hati gelap, wajah suram, senyum kecut, jauh saudara, jauh rezeki. 

 

Karena benci, tenaga tidak optimal dalam bekerja. 

Karena benci, otak tidak optimal dalam berpikir. 

Karena benci, hati tidak peka dan tidak peduli. 

Menyimpan kebencian, banyak ruginya dari pada untungnya. 

 

Renungan: 

- Kebencian dan kemarahan itu seperti menyalakan kayu bakar. 

Yang lain belum tentu terbakar, kayunya hangus lebih awal.  

Orang yang suka membenci, nasibnya tidak jelas, jatuh bangun. 

Orang yang suka membenci, usahanya macet, rezekinya seret.  

Orang yang suka membenci, kaya musuh, miskin saudara. 

- Makhluk itu ciptaan Allah, membenci makhluk, artinya benci Allah. 

Manusia itu ciptaan Allah, membenci manusia, artinya benci Allah. 


Barang siapa mencintai semua makhluk yang ada di bumi, maka Allah dan para malaikat di langit akan menyayangi mereka. (hadis) 



Semoga bermanfaat !


(ء)


Minggu, 11 Oktober 2020

5 Keistimewaan Wanita Berjilbab Menurut Islam dan Sains

 



Allah memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya untuk kebaikan manusia. Dan setiap yang benar-benar manfaat dan dibutuhkan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya. Di antara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi kaum wanita.  Berikut ini beberapa manfaat berjilbab menurut Islam dan ilmu pengetahuan.


1.    Selamat dari adzab Allah


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

_“Ada dua macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) terancam tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh”_ (HR. Imam Muslim).


Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.


“Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.


2.    Terhindar dari pelecehan


Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaiman sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, _“Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.”_ (HR. Imam Bukhari)


Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang??? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara (wanitanya tidak berjilbab).


3.    Memelihara kecemburuan laki-laki


Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah subhanahu wata'ala tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.


_“Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.”_ (HR. Imam Muslim)


Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.


4.    Akan seperti bidadari surga


Allah Subhana wata'ala berfirman:

_“Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.”_ (QS. Ar-Rahman: 56)


Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.


Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga.


5.    Mencegah penyakit kanker kulit


Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh sinar ultra violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanker ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari.


Wanita biasanya lebih mudah terserang kanker kulit.  Dan cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab, dan berpakaian muslimah. Karena dengan berjilbab dan menutup aurat, kita melindungi kulit kita dari sinar UV.



Semoga bermanfaat !


(ء)


Kamis, 08 Oktober 2020

SYUKUR ITU PERBUATAN, BUKAN SEKEDAR LISAN



Saudaraku, mengungkapkan rasa syukur itu dengan perbuatan, bukan sekedar dengan lisan. 

 

Syukur itu ungkapan rasa terimakasih pada Allah atas nikmat-Nya. 

Dengan lisan, Alhamdulillah. 

Dengan perbuatan, membelanjakan nikmat untuk kebaikan. 

 

Syukur nikmat, hanya dengan ungkapan lisan adalah kebohongan. 

Syukur nikmat, hanya dengan perbuatan dianggap cukup. 

Lebih sempurna, syukur dengan lisan dan perbuatan. 

 

Syukur nikmat, nikmat akan ditambah, itu janji Allah. 

Kufur nikmat, nikmat dicabut dan diazab, itu ancaman Allah. 

Dan ketentuan Allah ini berlaku universal atau umum. 

 

Siapapun yang gunakan nikmat untuk kebaikan, akan ditambah. 

Siapapun yang gunakan rezeki untuk kebaikan, akan ditambah. 

Siapapun yang gunakan uang untuk kebaikan, akan ditambah. 

Siapapun, dimanapun, kapanpun, bangsa apapun, agama apapun. 

 

Siapapun yang gunakan nikmat untuk kejahatan, akan diazab. 

Siapapun yang gunakan rezeki untuk kejahatan, akan diazab. 

Siapapun yang gunakan uang untuk kejahatan, akan diazab. 

Siapapun, dimanapun, kapanpun, bangsa apapun, agama apapun. 

 

Renungan: 

Orang beriman, yang gunakan nikmat untuk kebaikan, ditambah. 

Orang beriman, yang gunakan nikmat untuk kejahatan, diazab. 

Orang kafir, yang gunakan nikmat untuk kebaikan, ditambah. 

Orang kafir, yang gunakan nikmat untuk kejahatan, diazab. 

Jangan heran, orang beriman, menyalahgunakan nikmat, diazab. 

Orang kafir, memanfaatkan nikmat, ditambah. Orang kafirpun bisa kaya, orang imanpun bisa diazab. Itu sifat Rahman Allah kepada Hamba-Nya.



Semoga bermanfaat !



(ء)




Rabu, 07 Oktober 2020

JANGAN SALAH MENILAI NIKMAT



Saudaraku, setiap detik kita selalu diberikan oleh Allah SWT, nikmat itu sangat berharga maka jangan salah menilai nikmat tersebut. Nikmat yang diberikan oleh Allah itu terbagi kepada dua macam, pertama Nikmat fasilitas dunia dinamakan dengan nikmat kecil. Sedangkan Nikmat dekat dengan Allah itu nikmat terbesar. 


Nikmat kecil adalah nikmat yang semu dan sementara. Seperti Harta, kekayaan, jabatan, ketenaran, usaha, rezeki, dan uang. 
Nikmat besar adalah nikmat yang hakiki dan abadi. Yaitu Iman, ketenangan, kekhusyukan, dekat Allah, dan mencintai Allah.

Banyak orang memburu nikmat kecil, melupakan nikmat besar.
Banyak orang sibuk dengan nikmat kecil, abaikan nikmat besar.
Banyak orang terlena nikmat kecil, kehilangan nikmat besar.
Mereka tidak paham, dengan tujuan kehidupan.

Dalam hidup, banyak orang sibuk kerja, sampai lupa ibadah.
Dalam hidup, banyak orang kerja keras, sampai lupa akhirat.
Dalam hidup, banyak orang asyik kerja, sampai lupa Allah.
Mereka tidak paham, untuk apa mereka diciptakan. 

Sekaya apapun harta terkumpul, tidak dibawa mati.
Padahal hidup itu singkat sekali, umur habis nyaris tidak terasa.
Setinggi apapun jabatan, juga tidak dibawa mati.
Padahal usia  bertambah, umur berkurang, nyaris tidak terasa.
Sehebat apapun ketenaran, juga tidak dibawa mati.
Padahal usia manusia itu cuma sedetik, dibanding usia alam ini. 

( Baca juga : Arti Kehidupan )

Renungan:
Betapa indahnya, bila bisa hidup dalam ketaatan ibadah.
Betapa indahnya, bila bisa hidup berhias amal kebajikan.
Betapa indahnya, harta kekayaan dijadikan bekal sarana ibadah. 
Di dunia dapat kebaikan, di akhirat juga mendapat kebaikan.
Di dunia terasa bagai di syurga, di akhirat dapat syurga beneran.
Tidak ada kata terlambat, dalam taubat, dalam beramal.
Hari ini adalah awal kebangkitan menuju kebahagiaan yang abadi.

Sebelum terlambat, Marilah segera bertobat wahai saudaraku, sebelum pintu tobat itu di tutup.
Sebelum nyawa sampai ke kerongkongan.
Sebelum matahari terbit di sebelah barat.

Semoga bermanfaat !

(ء)

Senin, 13 April 2020

Amalan Hamba dibalas Oleh Allah dengan Segera



Bab ke-10.
Kalam Hikmah

جلَّ ربنا ان يعامله العبد نقدا فيجازيه نسىيىئةً

"Maha Agung Tuhan kita, yang apabila seorang hamba beramal kepada-Nya dengan segera namun Dia membalasnya dengan penangguhan"


Maksudnya adalah, ketika seseorang hamba beramal atau beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka Allah akan membalas amalan itu dengan segera tidak ditunda-tunda.
Seperti seseorang yang bersifat mulia
membeli sesuatu, maka dia akan membayarnya dengan segera ataupun lunas bahkan menambahnya dengan kebaikan dan pemberian-pemberian yang lain.

Dan Sesungguhnya Allah ta'ala membeli dari kita diri kita dan harta kita dan menggantikannya dengan Syurga, maka barangsiapa yang menjual dirinya dan hartanya dengan segera (dengan beribadah kepada Allah) dan menyerahkan keduanya kepada Allah, maka akan diganti oleh Allah dengan Syurga makrifah yang segera yaitu di dalam Dunia, dan ditambah oleh Allah dengan Syurga yang Hakiki nanti di hari Kiamat, beserta dihadiahkan oleh Allah dengan berbagai macam Nikmat-nikmat dan dan kekal oleh Syuhud dan memandang kepada wajah Allah yang mulia.

Maka apabila manusia beramal atau beribadah di dalam Dunia ini Maka akan dibalas oleh Allah dengan segera, akan tetapi diberikan oleh Allah kepadanya sesuatu yang layak di dalam Dunia ini.
Dan menyimpan kepadanya dengan sesuatu yang layak pada hari Akhirat.


Diantara Perkara sesuatu Yang disegerakan oleh Allah di dalam Dunia ini ada beberapa perkara:

  1. Diantaranya, yaitu menolak oleh Allah daripada Bala dan Mudharat dan memberikan kepadanya berbagai keberkahan dan kemudahan dalam hidupnya, ditolong oleh Allah dalam urusan hidupnya.

Sebagaimana Firman Allah:

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

Artinya: "Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qura'n) dan Dia melindungi orang-orang yang shaleh."
(QS: Al A'raaf 7:196)

، وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِب

Artinya: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya."
(QS: Ath Thalaaq 65:2-3)

2. Dan diantaranya lagi, yaitu sesuatu yang bersinar keatasnya daripada Nur-nur, dan terbuka dalam hatinya daripada Segala Rahasia-rahasia, yaitu segala Nur-nur menghadap dan nur saling berhadapan dengan Allah.

Sebagaimana Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا

Artinya: H"orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan."
(QS: Al Anfal 8:29)

Maksudnya, diberikan oleh Allah Nur kedalam hatinya sehingga dapat membedakan antara yang Hak dan Bathil, atau Benar dan Salah.

Firman Allah:

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ

Artinya: "Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)."
(QS: Al Baqarah 2:257)

Maksudnya, Mengeluarkan oleh Allah dari kegelapan kufur kepada Cahaya Iman, dan daripada kegelapan Maksiat kepada Cahaya Taat, dan dari kegelapan Lalai kepada cahaya Terjaga, dan dari kegelapan Alam nyata kepada cahaya Makna, dan dari kegelapan Alam kepada cahaya Pencipta Alam.


3. dan diantaranya lagi, Diberikan Taufiq dan Hidayah kepadanya sehingga dijadikannya oleh Allah sebagai orang yang Taat kepada-Nya.


Sekian dan demikian !
(ء)

(Sumber: Kitab Iqadhul Himam hal 179 cetakan Al-haramain)

Sabtu, 11 April 2020

MATILAH KAMU SEBELUM MATI



Berkata para Arifbillah, ”matikan diri kamu sebelum kamu dimatikan”.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, “Wahai hamba Allah, sadarilah bahwa engkau hanya sebatas diberi harapan. Maka, jauhilah segala sesuatu selain Allah Azza wa Jalla dengan kalbumu sehingga engkau dapat dekat kepada-Nya. Matilah engkau sebelum mati. Matilah engkau dari dirimu dan makhluk. Sungguh telah diangkat berbagai hijab dari dirimu dan Allah Azza wa Jalla.”
Seseorang bertanya, “Bagaimana saya harus mati?” Lalu beliau menjawab, “Matilah dari mengikuti kemauan, hawa nafsu, tabiat dan kebiasaan burukmu, serta matilah dari mengikuti makhluk dan dari berbagai sebab.
Tinggalkanlah persekutuan dengan mereka dan berharaplah hanya kepada Allah, tidak selain-Nya.
Hendaklah engkau menjadikan seluruh amalmu hanya karena Allah Azza wa Jalla dan tidak mengharap nikmat-Nya.
Hendaklah engkau bersikap ridha atas pengaturan, qadha dan tindakan-Nya.
Jika engkau melakukan hal yang demikian, maka hidup dan matimu akan bersama-Nya.
Kalbumu akan menjadi tentram.
Dialah yang membolak-balikkannya sesuai dengan kehendak-Nya.

Kalbumu akan selalu menjadi dekat kepada-Nya, selalu terhubung dan bergantung kepada-Nya.
Engkau akan selalu mengingat-Nya dan melupakan segala perkara selain Diri-Nya.

Mati disini dibagikan kepada empat:

1) Mati Hissii yaitu seolah-olah sudah bercerai ruh dari jasad, tiada daya upaya walau sezarah jua pada hakikatnya hanya Allah jua yang berkuasa, kemudian dimusyahadahkan didalam hati dengan menyaksikan kebesaran iaitu sifat Jalal dan JamalNya dan kesucianNya.



2) Apa  dia  hakikat  Asolatu  Mi’raju  lil Mukminiin. Miraj yaitu setelah sempurna mematikan diri kita hendaklah malakukan miraj artinya yaitu menaikkan nafas kita melalui alam “Qaba qawsain au adna” yaitu antara kening merasa penuh limpah dalam alam Qudus iaitu dalam benak kepala kita hingga hilang segala ingatan yang lainnya. Ia dinamakan mati ma’nawi yaitu hilang segala sesuatu didalam hatimu melainkan hanya berhadapan pada Allah jua.


3) Mati  dalam  Hidup  dan  Hidup  dalam kematian ,  ini lah  hakikat  matilah  kamu  sebelum  kamu  di  matikan. Mati segala usaha ikhtiar segala daya upaya diri kita hanya kita mendirikan sembahyang dengan melihat pada matahatinya dari Allah, dengan Allah dan untuk Allah. Dari Allah menggerakkan Ruhaniah, dari ruhaniah menggerakan Al-Hayat, dari Al-Hayat menggerakkan nafas dan dari nafas menggerakkan jasad dan adalah pada hakikatnya itu Allah jua yang menggerakkan sekaliannya sebagaimana firman-Nya: 

 وَمَارَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ


“Dan tiadalah yang melontar oleh engkau ya Muhammad  ketika engkau melontar, tetapi Allah yang melontarnya…”. (QS:Al Anfal :17)

Pada pandangan dzahirnya perbuatan hamba tetapi pada pandangan matahati perbuatan Allah jua.

4)  Mati  dalam  tidur -  Ini  adalah  satu  rahsia  makrifah  dalam  hidup  yang  hanya  di  ketahui  oleh  para  Arif Billah  dan  ‘Alimbillah -  bukannya  oleh  alimbil kitaab,  ramai  orang  alim  bil kitaab  tetapi  jahil  tentang  Allah  dan  segala  ilmu  tauhid  dan  makrifatullah.


Semoga bermanfaat !

ء

Minggu, 05 April 2020

Pemaaf jalan menuju Syurga, BELAJARLAH MEMAAFKAN !


Sepertinya mudah diucapkan tetapi tidak semua orang mampu melakukannya dengan ikhlas. Memang, melupakan sekaligus memaafkan kesalahan orang lain termasuk perbuatan yang sangat berat, seolah-olah pekerjaan memindahkan sebuah gunung dan bukit, apalagi luka yang mereka ukir di dalam sanubari kita begitu dalam dan lebar.

Namun kita tetap dituntut untuk memaafkannya, lebih-lebih lagi ketika orang tersebut telah meminta maaf kepada kita .
Mengapa demikian?  Bukankah kita ketika berbuat salah juga ingin dimaafkan ?
Nah. kerana itu maafkanlah dia.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang didatangi saudaranya yang hendak meminta maaf, hendaklah ia memaafkannya, apakah ia berada dipihak yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal tersebut (memaafkan), niscaya mereka tidak akan mendatangi telagaku (di akhirat) (HR Al-Hakim)

“Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan (HR Ath-Thabrani)

Memaafkan orang yang bersalah memanglah tidak mudah, tetapi lebih tidak berguna menyimpan kebencian di dalam diri kita. Memaafkan seseorang bukan sebab dia yang salah kita yang benar, tapi kerana kita berhak mendapat kedamaian di dalam hati.

Baca juga : Keutamaan Sabar

Kita jadilah orang baik, biarpun orang lain menganggap kita terlalu mudah dibodohi. Tapi percayalah. orang-orang yang membodohi orang lain itulah yang membodohi dirinya sendiri. Orang yang sedang dikuasai emosi negatif biasanya merasa dirinya saja yang betul 100%.

Orang yang hebat, dia akan memaafkan orang lain tanpa dipinta, dan meminta maaf walaupun tidak berbuat salah. Kalau kita menolak memaafkan, kita sendiri yang menderita. Biasanya orang yang bersalah tetap dengan gembira menjalani hidup, sedangkan kita menerima penderitaan batin yang berat. Maka, memaafkan adalah balasan terbaik untuk orang yang menyakiti kita.

Bahkan, orang yang mulia adalah yang mau meminta maaf ketika bersalah, tetapi lebih mulia lagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain, walaupun dia belum meminta maaf.
Semoga Allah limpahkan pahala yang besar bagi orang-orang yang pemaaf, suka memaafkan kesalahan orang lain.


Rasululllah SAW bersabda,

ثَلَاثٌ أُقْسِمُ عَلَيْهِنَّ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْداً بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

Ada tiga golongan yang berani bersumpah untuknya, tidaklah berkurang harta karena shadaqah, dan tidaklah menambah bagi seorang pemaaf melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu’ (rendah hati) melainkan akan diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR.Tirmidzi)

Rasulullah juga menjelaskan bahwa balasan bagi orang yang memaafkan kesalahan orang lain adalah Surga.

Beliau bersabda dalam hadits Ibnu Abbas;

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يُنَادِي مُنَادٍ فَيَقُولُ : أَيْنَ الْعَافُونَ عَنِ النَّاسِ ؟ هَلُمُّوا إِلَى رَبِّكُمْ خُذُوا أُجُورَكُمْ ، وَحَقَّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِذَا عَفَا أَنْ يُدْخِلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ ” .

Kelak pada hari kiamat, ada pemanggil yang menyeru, “Dimanakah orang-orang yang memaafkan orang lain? Kemarilah kepada Rabb kalian dan ambillah pahala kalian!” Dan wajib bagi setiap muslim bila suka memaafkan maka Allah masukkan dia ke dalam Surganya.”


Islam mengajarkan pada umatnya bahwa memberi maaf tak menunjukkan seseorang itu lemah karena tidak mampu membalas. Sebab memaafkan orang lain terutama seseorang mampu membalas merupakan kemuliaan karena ia belajar dari sifat-sifat Allah, yaitu Al-‘Afuwwu Al-Qoodiru (Yang Maha Memaafkan dan Maha Berkuasa).

Janji Allah, siapa yang memaafkan disaat dia mampu membalas, ia akan meraih Surga Allah.

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُشْرَفَ لَهُ الْبُنْيَانُ ، وَتُرْفَعَ لَهُ الدَّرَجَاتُ فَلْيَعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَهُ ، وَلْيُعْطِ مَنْ حَرَمَهُ ، وَلْيَصِلْ مَنْ قَطَعَهُ

“Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangnan di Surga, hendaknya ia memafkan orang yang mendzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya dan menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya.” (HR. Thabrani).


Semoga bermanfaat !

"Hamzah"

ILMU HAKIKAT YANG DIAJARKAN OLEH COVID 19





Jangan mengutuk covid 19, karena dia adalah makhluk Allah yang dikirim oleh Allah Untuk menguji manusia.

Adapun Hikmah dibalik Covid 19 adalah

1. Ia membawa kembali KEMANUSIAAN.

2. Ia membawa kembali manusia kepada Pencipta dan moral mereka.

3. Ia menutup bar, kelab-kelab malam, kasino, pelacuran.

4. Ia menurunkan kadar faedah bank.

5. Ia membawa keluarga bersama.

6. Ia menghentikan tingkah laku cabul.

7. Ia telah menghentikan orang-orang makan binatang-binatang yang mati dan dilarang.

8. Setakat ini ia telah memindahkan salah satu perbelajaran ketentaraan kepada penjagaan kesihatan.

9. Negara Arab telah haramkan shisha.

10. Covid 19 mendorong orang untuk banyak berdoa.

11. Ia menjejaskan diktator dan kuasa mereka.

12. Manusia sekarang menyembah Allah serta tumpuan kepadaNya daripada fokuskan kemajuan dan teknologi.

13. Ia memaksa pihak berkuasa untuk melihat penjara dan tahanannya.

14. Ia telah mengajar manusia bagaimana untuk bersin, menguap, batuk, membasuh tangan  sebelum makan seperti yang diajar oleh Nabi Muhammad S.A.W lebih dari 1400 tahun.

15. Covid 19 kini membuat kita tinggal dirumah(beruzlah dirumah), hidup mudah dan kita sentiasa bersyukur kepada Allah swt untuk membangkitkan kesedaran terhadap kebenaran Allah swt dan memberi kita kesempatan untuk meminta pengampunan Allah dan bantuanNya.

16. Covid 19 mengajar kita MAARIFATKAN ALLAH YANG MAHA ESA SERTA MENDIDIK KITA SENTIASA MEMBACA  BISMILLAHIRAHMANIRAHIM (19 HURUF).
   
17. Ini adalah pengajaran yang hebat dalam hal covid 19 ini untuk mereka yang berfikir secara bijaksana.



Oleh: Tuan Guru Muhammad Shaleh Malaysia

Sabtu, 04 April 2020

Siapakah Sebenarnya Makhluk yang Paling Hina..??



Suatu kisah di sebuah pondok pesantren, terdapat seorang santri yang tengah menuntut ilmu pada seorang Kyai. Sudah bertahun-tahun lamanya si santri belajar. Hingga tibalah saat dimana dia akan diperbolehkan pulang untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sebelum Santri pulang, Kyai memberikan sebuah ujian padanya. Pak Kyai berkata pada santrinya.

"Sebelum kamu pulang, dalam tiga hari ini, aku ingin meminta kamu mencarikan seorang ataupun makhluk yang lebih hina dan buruk dari kamu." ujar sang Kyai.

"Tiga hari itu terlalu lama Kyai, hari ini saya bisa menemukan banyak orang atau makhluk yang lebih buruk daripada saya.” jawab Santri penuh percaya diri.

Sang Kyai tersenyum seraya mempersilakan muridnya membawa seseorang ataupun makhluk itu kehadapannya. Santri keluar dari ruangan Kyai dengan semangat, karena menganggap begitu mudah ujian itu.

Hari itu juga si Santri berjalan menyusuri jalanan. Ditengah jalan, dia menemukan seorang pemabuk berat. Menurut pemilik warung yang dijumpainya, orang tersebut selalu mabuk-mabukan setiap hari. Pikiran si Santri sedikit tenang. Dalam hatinya dia berkata.,

“Pasti dia orang yang lebih buruk dariku. Setiap hari dia habiskan hanya untuk mabuk-mabukan, sementara aku selalu rajin beribadah.”

Namun dalam perjalanan pulang si Santri kembali berpikir.

"Sepertinya si pemabuk itu belum tentu lebih buruk dariku. Sekarang dia mabuk-mabukan, tapi siapa yang tahu di akhir hayatnya Allah justru mendatangkan hidayah hingga dia bisa khusnul khotimah? Sedangkan aku yang sekarang rajin ibadah, kalau diakhir hayatku Allah justru menghendaki suúl khotimah, bagaimana? Berarti pemabuk itu belum tentu lebih jelek dariku,” ujarnya bimbang.

Santri itu pun kemudian kembali melanjutkan perjalanannya mencari orang atau makhluk yang lebih buruk darinya.

Di tengah perjalanan, dia menemukan seekor anjing yang menjijikkan. Karena selain bulunya kusut dan bau, anjing tersebut juga menderita kudisan.

“Akhirnya ketemu juga makhluk yang lebih jelek dari aku. Anjing ini tidak hanya haram, tapi juga kudisan dan menjijikkan” teriak Santri dengan girang.

Dengan menggunakan karung beras, si Santri kemudian membungkus anjing tersebut untuk dibawa ke Pesantren. Namun ditengah jalan, tiba-tiba dia kembali berpikir,

“Anjing ini memang buruk rupa dan kudisan. Namun benarkah dia lebih buruk dari aku? Oh tidak, kalau anjing ini meninggal, maka dia tidak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dilakukannya di dunia. Sedangkan aku harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan selama di dunia dan bisa jadi aku akan masuk ke neraka."

Akhirnya si santri menyadari bahwa dirinya belum tentu lebih baik dari anjing tersebut.

Hari semakin sore. Si Santri masih mencoba kembali mencari orang atau makluk yang lebih jelek darinya. Namun hingga malam tiba, dia tak jua menemukannya.. Lama sekali dia berpikir, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke pesantren dan menemui sang Kyai.

"Bagaimana anakku, apakah kamu sudah menemukannya?" tanya sang Kyai.

"Sudah, Kyai," jawabnya seraya tertunduk.

"Ternyata diantara orang atau makluk yang menurut saya sangat buruk, saya tetap paling buruk dari mereka," ujarnya perlahan.

Mendengar jawaban sang murid, Kyai tersenyum lega,

"Alhamdulillah.. kamu dinyatakan lulus dari pondok pesantren ini, anakku," ujar Kyai terharu.

Kemudian Kyai berkata,

"Selama kita hidup di dunia, jangan pernah bersikap sombong dan merasa lebih baik atau mulia dari orang ataupun makhluk lain. Kita tidak pernah tahu, bagaimana akhir hidup yang akan kita jalani. Bisa jadi sekarang kita baik dan mulia, tapi diakhir hayat justru menjadi makhluk yang seburuk-buruknya. Bisa jadi pula sekarang kita beriman, tapi di akhir hayat, setan berhasil memalingkan wajah kita hingga melupakan Allah,"

Rasulullah SAW bersabda,

"Tidak akan masuk ke dalam surga orang yang dihatinya ada kesombongan meskipun sebesar biji sawi. (HR. Muslim nomor 91).

Semoga sedikit ilmu yang di titipkan Allah SWT di hati kita tidak menjadikan kita sombong dalam segala urusan. 

Semoga di sisa umur yang Allah berikan, kita dapat mempergunakannya sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal saleh dan bukan hanya disibukkan dengan urusan duniawi belaka. Dan semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Sabtu, 21 Maret 2020

MUSIBAH DUNIA PASTI BERLALU




Ketahuilah bahwa musibah dunia pasti berlalu. Karena dunia bukan negeri balasan. Dunia adalah negeri amal. Namun terkadang Allah memberikan balasan hanya sebatas untuk peringatan dan penggugur dosa-dosa. Maka dari itulah tidak ada sejarahnya bencana terus-menerus mendera. Dia akan selalu berlalu, berlalu, berlalu.

Berbeda dengan negeri akhirat. Negeri akhirat disebut dengan darul jaza (negeri balasan). Maka di akhirat, orang yang beriman dibalas dengan surga dan akan senang terus-menerus. Orang yang tidak beriman akan dibalas dengan neraka dan akan menderita terus-menerus tidak ada habis-habisnya.

Bencana atau musibah itu terkadang menjadi nikmat dan terkadang menjadi adzab. Kapan menjadi nikmat ? Yaitu apabila dengan bencana itu kita menjadi orang yang sadar dan kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga kita menjadi orang yang lebih bertakwa kepada Allah, lebih semangat menjalankan perintah-perintah Allah, lebih semangat meninggalkan larangan-larangan Allah.

Maka kalau ternyata musibah menjadikan kita lebih baik, berarti itu nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Bagi orang beriman, dia selalu mengambil pelajaran dari setiap musibah yang menimpa. Sedangkan orang yang kurang beriman, dia akan selalu berburuk sangka kepada Allah dari setiap musibah yang menimpa.

#semoga bermanfaat.

Jumat, 20 Maret 2020

ALLAH MENJAMIN KEAMANAN DALAM MASJID



MARI KITA BERLINDUNG KE MASJID DENGAN MEMPERBANYAK IBADAH, ZIKIR, DAN TOBAT KEPADA ALLAH SWT


Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ.

Sesungguhnya apabila Allah ta'ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid.

Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232).

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ

Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.

Riwayat Ibnu Adi (juz 3 hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1 hlm 292 [220]); Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1 hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2 hlm 341).

Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: " إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ "

Allah عز وجل berfirman: "Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka.

Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2946].

Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

"إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ"

Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan masjid.

Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: "Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)".

Al-Imam al-Sya'bi, ulama salaf dari generasi tabi'in, رحمه الله تعالى berkata:

"كَانُوا إِذَا فَرَغُوا مِنْ شَيْءٍ أَتَوُا الْمَسَاجِدَ "

Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid.

Al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman (juz 3 hlm 84 [2951]).

Beberapa riwayat di atas mengantarkan pada kesimpulan, bahwa dalam situasi wabah dan virus yang mengancam masyarakat ini, umat Islam dianjurkan semakin rajin ke masjid. Bukan meninggalkan masjid. Kecuali bagi orang yang terkena penyakit menular. Maka tidak boleh ke masjid.


Sekian dan demikian semoga bermanfaat !

Senin, 09 Maret 2020

KEWAJIBAN MEMPELAJARI ILMU AGAMA



KEWAJIBAN MEMPELAJARI ILMU AGAMA YAITU  ILMU FARDHU 'AIN

FARDHU 'AIN adalah, (fardhu) wajib dan (ain) individu.

Bermakna ilmu fardhu ain hukumnya WAJIB dipelajari oleh setiap manusia, hukum tidak mempelajarinya adalah DOSA BESAR kata ulama.

Apakah ilmu FARDHU 'AIN?
Ilmu fardhu 'ain terbagi kepada tiga macam yaitu:

1. Ilmu Aqidah/ Ilmu Tauhid/ Ilmu Usuluddin.
2. Ilmu Fiqih / Ilmu Syariat
3. Tasawwuf / Akhlak


~Maksud AQIDAH adalah pegangan, keyakinan ataupun iktiqad seorang islam yang mengaku beriman.

Adapun pegangan umat Islam adalah pegangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah (ASWAJA) yang berlandaskan dua ulama yaitu Imam Abu Hassan 'Ali Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi.

Ilmu AQIDAH menjelaskan tentang sifat-sifat Allah dan sifat-sifat Nabi dan ia membicarakan tentang pegangan, asas/kepercayaan umat Islam.


~Ilmu FIQIH terbagi kepada Empat yaitu:

1. Ibadah (shalat, haji, zakat dll)
2. Muamalat (ekonomi, jual beli, riba)
3. Jinayah (Hudud, qisas, ta'zir)
4. Munakahat (rumahtangga, perkahwinan)


~Ilmu TASAWWUF terbagi kepada Empat yaitu:

1. Kewajiban Hati (Ridha,ikhlas,dll)
2. Maksiat anggota badan (tangan, kaki, mata, mulut,dll)
3. Taubat/ Rukun taubat
4. Maksiat Hati (riya', ujub, takkabur,dll)

Maka kesemua ilmu diatas ini adalah ilmu yang PALING WAJIB dipelajari oleh setiap individu Islam.

Ketiga-tiga ilmu AQIDAH, FIKIH dan TASAWWUF adalah wajib belajar namun paling wajib adalah ilmu AQIDAH.

Berdasarkan Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:
"Kami bersama Nabi Muhammad sallallahu'alaihi wassalam.
Ketika kami kecil, kami mempelajari al-iman (Aqidah) dahulu sebelum kami mempelajari Al-Quran, kemudian selepas kami mempelajari Al-Quran, maka bertambah-tambah iman kami" 
(HR Ibnu Majah)

Inilah dalil bahwa dalam Ilmu Fardhu ain, ilmu Aqidah adalah paling utama dan paling wajib di dalam wajib.


Di dalam hidup ini, seandainya kita tidak bisa bahasa Inggris  maka tidak berdosa, tapi kalau tidak bisa ilmu fardhu 'ain, seperti tidak bisa shalat, tidak paham Aqidah maka kita akan berdosa.
Maka sehebat apapun gelar seseorang di dunia, jika dia tidak belajar ilmu agama maka dia masih berdosa, walaupun dia seorang pejabat, dokter, orang kaya, dan lain sebagainya.



Demikian semoga bermanfaat.